Saturday, 15 August 2015

Karangan 2





Keluarga Baru
Oleh Elviyasa Gaberia Siregar

Kembali lagi pada pembahasan sebelumnya tentang kuliah pengabdian masyarakat yang saya dan sembilan rekan lainnya tengah jalani. Oh ya teman-teman masih ingatkah kalian apa itu kuliah pengabdian kepada masyarakat?
Kuliah pengabdian masyarakat (KPM) merupakan sebuah bentuk kegiatan yang diprogramkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Curup dan diselenggarakan oleh pusat pengabdian dan penelitian masyarakat (P3M) STAIN Cuup. KPM ditujukan pada mahasiswa dan mahasiswi untuk mengabdi di sebuah wilayah desa atau perkampungan tertinggal yang memiliki masalah dalam hal kualitas pendidikan ataupun taraf hidup penduduknyaa. Pada kasus ini wilayah atau desa yang menjadi target program kuliah pengabdian masyarakat kami adalah Kampung Baru yang berada di Kecamatan Selupu Rejang, sebuah desa yang terletak di dataran tinggi kabupaten Rejang Lebong dimana 75 % penduduknya berprofesi sebagai petani baik kopi atau sayur-sayuran seperti sawi, terung, wortel, strawberry, dll. Nah disinilah tugas dan  peran kami yakni mengubah sebagian atau seluruh masalah yang ada untuk dikembangkan dan diperbaiki menjadi lebih baik yang tentunya akan bermanfaat bagi kemakmuran hidup penduduk desa tersebut. Masalah yang diteliti dapat berupa kebiasaan atau adat istiadat warga desa yang berhubungan atau justru bertolak belakang dengan ajaran agama Islam. Atau juga dapat berbentuk sarana prasarana maupun organisasi desa yang terbengkalai atau tidak aktif maka hal tersebut dapat menjadi garapan kami untuk mengaktifkan kembali sehingga sedikit banyak hasilnya dapat membantu proses kegiatan warga desa.
Pada postingan sebelumnya saya belum meperkenalkan rekan-rekan kuliah dan pengabdian masyarakat (KPM), ijinkan saya memperkenalkan mereka.

Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 52
Angkatan XXX STAIN Curup Tahun 2015 Desa Kampung Baru


No.

Nama

Program Studi

Jabatan

1.
Fajar Hajaru
Perbankan Syariah
Ketua Kelompok KPM
2.
Aditya Dwi Septiadi
Komunikasi Penyiaran Islam
Anggota
3.
Julianto
Tadris Bahasa Inggris
Anggota
4.
Unzul Wahyuni
Pendidikan Bahasa Arab
Anggota
5.
Elviyasa Gaberia Siregar
Tadris Bahasa Inggris
Sekretaris I
6.
Oktavia Novitasari
Tadris Bahasa Inggris
Sekretaris II
7.
Yesi Tri Purnama
Pendidikan Agama Islam
Bendahara I
8.
Retno Agustina
Bimbingan Konseling
Bendahara II
9.
Rati Rahayu
Pendidikan Agama Islam
Anggota
10.
Dianitami
Pendidikan guru madrasah ibtidaiyah
Anggota

Tabel a.1 anggota kelompok 52 KPM STAIN Curup angkatan XXX

Setiap program kerja yang saya dan rekan-rekan laksanakan cukup menguras tenaga serta pikiran sebagai mahasiswa mahasiwi calon tonggak penegak bangsa. Kami berusaha mengerjakannya dengan rasa ikhlas dan sebaik-baiknya walaupun terkadang rasa lelah menghampiri di sela kesibukan ini. Masa-masa susah senang ini akan selalu teringat dihati saya dan rekan-rekan masing-masing. Tak dapat dipungkiri suatu saat nanti kami akan merindukan masa-masa ini seperti ketika kami membangunkan sahur warga di bulan Ramadhan, membersihkan masjid beramai-ramai dibantu warga desa serta anggota Risma Al-Ikhlas, megajar bimbel (bimbingan belajar) dan mengaji di sekretariat.

Gambar 1.1 Spanduk Sekretariat KPM STAIN Curup kelompok 52 Angkatan XXX
                                                                                              

Hari ini tepat lima puluh tujuh hari perjuangan saya dan rekan-rekan di desa kampung baru dalam melaksanakan tujuan yang telah kami susun sebelumnya. Tiga belas hari terhitung mundur dari hari ini maka semua hal yang menyita tenaga serta pikiran ini akan segera berakhir. Tak sabar rasanya bertemu orang tua, dan teman-teman kuliah.

Gambar 1.2 Buka bersama di masjid Al-Ikhlas


Gambar 1.3 Buka bersama di Sekretariat kelompok 52 KPM STAIN Curup angkatan XXX

Namun demikian terasa sedih karena masa-masa seperti ini tak akan pernah terulang lagi. Saat-saat dimana kami berbagi pengalaman bersama, bercerita tentang pribadi masing-masing, ada kalanya saling berdebat mempertahankan keegoisan.

Gambar 1.4 membersihkan masjid Al-Ikhlas bersama Anggota Risma


Tetapi semua itu tak lain adalah sebuah keajaiban yang tercipta untuk mempererat hubungan kami satu sama lainnya. Selama lima puluh tujuh hari kebersamaan kami banyak sekali kebiasaan-kebiasaan unik yang saya temui dari rekan-rekan semua, misalnya berbicara ketika tidur. Sebuah kebiasaan yang memang sudah tidak asing lagi di tengah masyarakat. Tidur sambil berbicara atau ‘mengigau’ merupakan salah satu bagian dari gangguan tidur (sleep disorder) dimana penderitanya akan berbicara sesuatu yang mendominasi pemikirannya ketika ia tengah sadar kemudian ingatan ini akan terekam bahkan ketika ia tidur sehingga menyebabkan membicarakan hal tersebut tanpa sadar. Saat salah seorang rekan tengah tidur sambil berbicara kami selalu usil dengan bertanya sesuatu yang aneh kepadanya yang selanjutnya akan ia jawab tanpa sadar kemudian kami akan tertawa terbahak-bahak bersama. Kebiasaan-kebiasaan unik lainnya yang ada dalam diri rekan-rekan semua pasti akan sangat saya rindukan suatu hari nanti setelah program ini berakhir. Seperti kebiasaan tertawa terbahak-bahak Yesi, Unzul yang suka sekali mengkuncir rambut layaknya karakter game ‘Pow’ yang sering ia mainkan sehingga kami sering menjulukinya ‘mak pow’’  yang artinya ibu Pow. hehe :p , Julianto yang sangat mudah sekali panik. Saya masih ingat sebuah kejadian lucu sebagai buah dari kepanikannya, saat itu tetangga sedang membakar limbah triplek dan kayu pada malam hari sehingga menimbulkan api dan asap yang pekat sekali. Nah si Julianto ini mengira api dan asap tersebut berasal dari kebakaran. Akhirnya ia panik dan berlari terbirit-birit mengajak serta rekan-rekan sekre untuk membantu memadamkan api tersebut. Terang saja mereka malu sekali ketika sampai dilokasi karena terjadi kesalah pahaman. Wkwk :P . Kebiasaan lainnya yaitu Rati yang takut sekali dengan  hawa dingin reflek ia akan bolak-balik kamar mandi. Hihi.  Dian yang mudah sekali alergi dengan debu, waduh repot juga ya kalau setiap keluar rumah harus menggunakan masker. Bersyukurlah teman-teman yang insha allah sehat wal’afiat karena sakit sekecil apapun akan terasa sangat menyusahkan. Nah mari kita berdoa bersama semoga Dian selalu diberi kesehatan oleh yang maha kuasa ya..Amin. Yang terakhir kebiasaan si Tina, anggota termuda kelompok KPM kami :D ia suka sekali kalau dalam bahasa Curup disebut ‘nyempil’ maaf ya untuk teman-teman yang tidak mengerti artinya karena sesungguhnya saya juga tidak mengetahui artinya dalam bahasa Indonesia .hehe peace :P Begitulah kebiasaan-kebiasaan unik anggota kelompok 52 KPM angkatan XXX tahun 2015 yang memang sering kita temui di tengah-tengah  masyarakat tetapi tetap saja merupakan sebuah anugerah yang membuat saya dan rekan-rekan menjadi lebih dekat. Selain itu fenomena mistis juga seringkali saya dan rekan-rekan temui selama mengikuti program ini. Bukan bermaksud membuat atau menciptakan sesuatu yang aneh-aneh namun sebagai manusia yang tak luput dari kelemahan kita tidak boleh takabur dengan bersikap menganggap sesuatu seperti itu tidak pernah ada. Kejadian itu bermula pada 7 Agustus 2015 pukul 00.40 saya tengah menulis sebuah karangan yang berhubungan dengan program kerja KPM di ruang tamu. Cahaya yang menerangi saat itu hanya screen dari notebook yang saya gunakan. Kami terbiasa mematikan seluruh lampu ketika akan tidur sehingga satu-satunya lampu yang menyala hanya lampu dapur, bisa dibayangkan betapa gelap sekretariat kami di waktu jam tidur. Ketika tengah asyik menulis sendirian betapa terkejut saya menyaksikan sepasang kaki tanpa tubuh bagian atas berkulit coklat gelap berdiri sekitar dua meter didepan saya dengan keadaan tubuh persis tepat menghadap saya. Ia bergerak seraya siap menghampiri. Kejadian itu membuat saya terkejut setengah mati reflek saya mengucap istighfar dan langsung membanting tubuh menjauh dari posisi awal. Jantung saya berdebar sangat cepat dapat saya rasakan tubuh merinding dari ujung kaki hingga kepala. Sebuah pengalaman mistis yang tak akan saya lupakan, pengalaman pertama saya bertemu makhluk dari dimensi lain yang Allah SWT ciptakan.
Hampir lupa untuk seluruh teman-teman anggota Risma Al-Ikhlas, Karang Taruna Yudistira, dan warga desa Kampung Baru saya dan rekan-rekan ucapkan banyak sekali terimakasih karena telah mendukung seluruh kegiatan yang telah di programkan. Terimakasih juga karena telah menunujukan mahakarya tuhan pencipta alam semesta, air terjun Grojogan Sewu yang sungguh dahsyat indahnya. Sebuah tempat wisata tersembunyi yang benar-benar cantik dan megah, bukti guratan tangan Allah Swt yang benar-benar baru pertama kali saya dan rekan-rekan jumpai :D .
Ini dia perkenalkan mereka teman-teman Risma dan Karang Taruna yang senantiasa membantu disetiap kegiatan yang saya dan rekan-rekan programkan di desa Kampung Baru Kecamatan Selupu Rejang.

Anggota Remaja Islam Masjid (Risma) Al- Ikhlas & Karang Taruna Yudistira desa Kampung Baru Kecamatan Selupu Rejang

No.

Nama

Organisasi

1.
Andi Rahman
Risma/Karang Taruna
2.
Ryan Bagus P
Risma/Karang Taruna
3.
Erwin Ard
Risma/Karang Taruna
4.
Jerry A
Risma/Karang Taruna
5.
Arif Swandy
Risma/Karang Taruna
6.
Mardiansyah
Risma/Karang Taruna
7.
Suhendar
Risma/Karang Taruna
8.
Wage A.S
Risma/Karang Taruna
9.
Ferdy Syahputra
Risma/Karang Taruna
10.
Edo Pangestu
Risma/Karang Taruna
11.
Reby
Risma/Karang Taruna
12.
Rio
Risma/Karang Taruna
13.
Yudistira Fernando
Risma/Karang Taruna
14.
Fajar Ramadani
Risma/Karang Taruna
15.
Risky Nanda
Risma/Karang Taruna
16.
M Dasirun
Risma/Karang Taruna
17.
Rahmad
Risma/Karang Taruna
18.
Yoga Nugroho
Risma/Karang Taruna
19.
Yopan
Risma/Karang Taruna
20.
Andri Juliansyah
Risma/Karang Taruna
21.
Oky Septian
Risma/Karang Taruna
22.
Aan
Risma/Karang Taruna
23.
Herry Idwan
Risma/Karang Taruna
24.
Puput
Risma/Karang Taruna
25.
Lita
Risma/Karang Taruna
26.
Hasna Abidiyah
Risma/Karang Taruna
27.
Rusi Widayanti
Risma/Karang Taruna
28.
Rahayu
Risma/Karang Taruna
29.
Riski
Risma/Karang Taruna
30.
Tri Damayanti
Risma/Karang Taruna
31.
Dita
Risma/Karang Taruna
32.
Windi
Risma/Karang Taruna
33.
Wida
Risma/Karang Taruna
34.
Olan
Risma/Karang Taruna
35.
Fathul
Risma/Karang Taruna
36.
Anik
Risma/Karang Taruna

Tabel a.2 anggota Risma/Karang Taruna desa Kampung Baru Kecamatan Selupu Rejang

Tanpa partisipasi dan rasa cinta yang teman-teman curahkan kepada saya dan rekan-rekan  mungkin setiap kegiatan yang kami programkan tak akan bisa berjalan dengan baik dan berkesan. Apapun yang terjadi dimasa depan kelak saya dan rekan-rekan berharap tali silaturahmi antara anggota KPM kelompok 52 STAIN Curup tahun 2015 dengan warga desa dan teman-teman Risma Al-Ikhlas serta Karang Taruna Yudistira tak akan pernah terputus. Saya dan rekan-rekan merasa bahagia karena telah banyak sekali mendapat pelajaran, nasihat, dan tentunya keluarga baru. Semoga semua rasa tanggung jawab dan tenggang rasa yang saya dan rekan-rekan pelajari di tengah masyarakat dapat selalu teraplikaskan dimanapun saya dan rekan-rekan berada. Kegiatan KPM ini merupakan sebuah kenangan manis dalam perjalanan menginjak kedewasaan ketika saya dan rekan-rekan berusaha membuka pintu masa depan, Semoga suatu saat nanti saya dan rekan-rekan selalu bisa berkumpul kembali layaknya keluarga yang benar-benar menyatu tanpa ada rasa benci dan kekecewaan diantara kami. Amin ya rabbal ‘alamin.