Keluarga
Baru
Oleh Elviyasa Gaberia Siregar
Kembali
lagi pada pembahasan sebelumnya tentang kuliah pengabdian masyarakat yang saya
dan sembilan rekan lainnya tengah jalani. Oh ya teman-teman masih ingatkah
kalian apa itu kuliah pengabdian kepada masyarakat?
Kuliah
pengabdian masyarakat (KPM) merupakan sebuah bentuk kegiatan yang diprogramkan
oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Curup dan diselenggarakan oleh
pusat pengabdian dan penelitian masyarakat (P3M) STAIN Cuup. KPM ditujukan pada
mahasiswa dan mahasiswi untuk mengabdi di sebuah wilayah desa atau perkampungan
tertinggal yang memiliki masalah dalam hal kualitas pendidikan ataupun taraf
hidup penduduknyaa. Pada kasus ini wilayah atau desa yang menjadi target program
kuliah pengabdian masyarakat kami adalah Kampung Baru yang berada di Kecamatan
Selupu Rejang, sebuah desa yang terletak di dataran tinggi kabupaten Rejang
Lebong dimana 75 % penduduknya berprofesi sebagai petani baik kopi atau
sayur-sayuran seperti sawi, terung, wortel, strawberry, dll. Nah disinilah
tugas dan peran kami yakni mengubah
sebagian atau seluruh masalah yang ada untuk dikembangkan dan diperbaiki
menjadi lebih baik yang tentunya akan bermanfaat bagi kemakmuran hidup penduduk
desa tersebut. Masalah yang diteliti dapat berupa kebiasaan atau adat istiadat
warga desa yang berhubungan atau justru bertolak belakang dengan ajaran agama
Islam. Atau juga dapat berbentuk sarana prasarana maupun organisasi desa yang
terbengkalai atau tidak aktif maka hal tersebut dapat menjadi garapan kami
untuk mengaktifkan kembali sehingga sedikit banyak hasilnya dapat membantu
proses kegiatan warga desa.
Pada
postingan sebelumnya saya belum
meperkenalkan rekan-rekan kuliah dan pengabdian masyarakat (KPM), ijinkan saya
memperkenalkan mereka.
Kuliah
Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 52
Angkatan XXX
STAIN Curup Tahun 2015 Desa Kampung Baru
No.
|
Nama
|
Program Studi
|
Jabatan
|
1.
|
Fajar Hajaru
|
Perbankan Syariah
|
Ketua Kelompok
KPM
|
2.
|
Aditya Dwi
Septiadi
|
Komunikasi Penyiaran
Islam
|
Anggota
|
3.
|
Julianto
|
Tadris Bahasa Inggris
|
Anggota
|
4.
|
Unzul Wahyuni
|
Pendidikan Bahasa
Arab
|
Anggota
|
5.
|
Elviyasa Gaberia
Siregar
|
Tadris Bahasa Inggris
|
Sekretaris I
|
6.
|
Oktavia
Novitasari
|
Tadris Bahasa Inggris
|
Sekretaris II
|
7.
|
Yesi Tri Purnama
|
Pendidikan Agama
Islam
|
Bendahara I
|
8.
|
Retno Agustina
|
Bimbingan
Konseling
|
Bendahara II
|
9.
|
Rati Rahayu
|
Pendidikan Agama
Islam
|
Anggota
|
10.
|
Dianitami
|
Pendidikan guru madrasah ibtidaiyah
|
Anggota
|
Tabel
a.1 anggota kelompok 52 KPM STAIN Curup angkatan XXX
Setiap
program kerja yang saya dan rekan-rekan laksanakan cukup menguras tenaga serta
pikiran sebagai mahasiswa mahasiwi calon tonggak penegak bangsa. Kami berusaha mengerjakannya
dengan rasa ikhlas dan sebaik-baiknya walaupun terkadang rasa lelah menghampiri
di sela kesibukan ini. Masa-masa susah senang ini akan selalu teringat dihati
saya dan rekan-rekan masing-masing. Tak dapat dipungkiri suatu saat nanti kami
akan merindukan masa-masa ini seperti ketika kami membangunkan sahur warga di
bulan Ramadhan, membersihkan masjid
beramai-ramai dibantu warga desa serta anggota Risma Al-Ikhlas, megajar bimbel (bimbingan belajar) dan mengaji di
sekretariat.
Gambar
1.1 Spanduk Sekretariat KPM STAIN Curup kelompok 52 Angkatan XXX
Hari
ini tepat lima puluh tujuh hari perjuangan saya dan rekan-rekan di desa kampung
baru dalam melaksanakan tujuan yang telah kami susun sebelumnya. Tiga belas
hari terhitung mundur dari hari ini maka semua hal yang menyita tenaga serta
pikiran ini akan segera berakhir. Tak sabar rasanya bertemu orang tua, dan
teman-teman kuliah.
Gambar 1.2 Buka
bersama di masjid Al-Ikhlas
Gambar 1.3 Buka
bersama di Sekretariat kelompok 52 KPM STAIN Curup angkatan XXX
Namun
demikian terasa sedih karena masa-masa seperti ini tak akan pernah terulang
lagi. Saat-saat dimana kami berbagi pengalaman bersama, bercerita tentang
pribadi masing-masing, ada kalanya saling berdebat mempertahankan keegoisan.
Gambar
1.4 membersihkan masjid Al-Ikhlas bersama Anggota Risma
Tetapi
semua itu tak lain adalah sebuah keajaiban yang tercipta untuk mempererat
hubungan kami satu sama lainnya. Selama lima puluh tujuh hari kebersamaan kami
banyak sekali kebiasaan-kebiasaan unik yang saya temui dari rekan-rekan semua,
misalnya berbicara ketika tidur. Sebuah kebiasaan yang memang sudah tidak asing
lagi di tengah masyarakat. Tidur sambil berbicara atau ‘mengigau’ merupakan salah
satu bagian dari gangguan tidur (sleep
disorder) dimana penderitanya akan berbicara sesuatu yang mendominasi
pemikirannya ketika ia tengah sadar kemudian ingatan ini akan terekam bahkan
ketika ia tidur sehingga menyebabkan membicarakan hal tersebut tanpa sadar.
Saat salah seorang rekan tengah tidur sambil berbicara kami selalu usil dengan
bertanya sesuatu yang aneh kepadanya yang selanjutnya akan ia jawab tanpa sadar
kemudian kami akan tertawa terbahak-bahak bersama. Kebiasaan-kebiasaan unik
lainnya yang ada dalam diri rekan-rekan semua pasti akan sangat saya rindukan
suatu hari nanti setelah program ini berakhir. Seperti kebiasaan tertawa
terbahak-bahak Yesi, Unzul yang suka sekali mengkuncir rambut layaknya karakter
game ‘Pow’ yang sering ia mainkan
sehingga kami sering menjulukinya ‘mak
pow’’ yang artinya ibu Pow. hehe :p
, Julianto yang sangat mudah sekali panik. Saya masih ingat sebuah kejadian
lucu sebagai buah dari kepanikannya, saat itu tetangga sedang membakar limbah
triplek dan kayu pada malam hari sehingga menimbulkan api dan asap yang pekat
sekali. Nah si Julianto ini mengira api dan asap tersebut berasal dari
kebakaran. Akhirnya ia panik dan berlari terbirit-birit mengajak serta
rekan-rekan sekre untuk membantu memadamkan api tersebut. Terang saja mereka
malu sekali ketika sampai dilokasi karena terjadi kesalah pahaman. Wkwk :P .
Kebiasaan lainnya yaitu Rati yang takut sekali dengan hawa dingin reflek ia akan bolak-balik kamar
mandi. Hihi. Dian yang mudah sekali alergi
dengan debu, waduh repot juga ya kalau setiap keluar rumah harus menggunakan
masker. Bersyukurlah teman-teman yang insha allah sehat wal’afiat karena sakit
sekecil apapun akan terasa sangat menyusahkan. Nah mari kita berdoa bersama
semoga Dian selalu diberi kesehatan oleh yang maha kuasa ya..Amin. Yang
terakhir kebiasaan si Tina, anggota termuda kelompok KPM kami :D ia suka sekali
kalau dalam bahasa Curup disebut ‘nyempil’
maaf ya untuk teman-teman yang tidak mengerti artinya karena sesungguhnya saya
juga tidak mengetahui artinya dalam bahasa Indonesia .hehe peace :P Begitulah kebiasaan-kebiasaan unik anggota kelompok 52 KPM
angkatan XXX tahun 2015 yang memang sering kita temui di tengah-tengah masyarakat tetapi tetap saja merupakan sebuah
anugerah yang membuat saya dan rekan-rekan menjadi lebih dekat. Selain itu fenomena
mistis juga seringkali saya dan rekan-rekan temui selama mengikuti program ini.
Bukan bermaksud membuat atau menciptakan sesuatu yang aneh-aneh namun sebagai
manusia yang tak luput dari kelemahan kita tidak boleh takabur dengan bersikap menganggap sesuatu seperti itu tidak pernah
ada. Kejadian itu bermula pada 7 Agustus 2015 pukul 00.40 saya tengah menulis
sebuah karangan yang berhubungan dengan program kerja KPM di ruang tamu. Cahaya
yang menerangi saat itu hanya screen
dari notebook yang saya gunakan. Kami
terbiasa mematikan seluruh lampu ketika akan tidur sehingga satu-satunya lampu
yang menyala hanya lampu dapur, bisa dibayangkan betapa gelap sekretariat kami di
waktu jam tidur. Ketika tengah asyik menulis sendirian betapa terkejut saya
menyaksikan sepasang kaki tanpa tubuh bagian atas berkulit coklat gelap berdiri
sekitar dua meter didepan saya dengan keadaan tubuh persis tepat menghadap
saya. Ia bergerak seraya siap menghampiri. Kejadian itu membuat saya terkejut
setengah mati reflek saya mengucap istighfar
dan langsung membanting tubuh menjauh dari posisi awal. Jantung saya
berdebar sangat cepat dapat saya rasakan tubuh merinding dari ujung kaki hingga
kepala. Sebuah pengalaman mistis yang tak akan saya lupakan, pengalaman pertama
saya bertemu makhluk dari dimensi lain yang Allah SWT ciptakan.
Hampir
lupa untuk seluruh teman-teman anggota Risma Al-Ikhlas, Karang Taruna Yudistira, dan warga desa Kampung Baru
saya dan rekan-rekan ucapkan banyak sekali terimakasih karena telah mendukung
seluruh kegiatan yang telah di programkan. Terimakasih juga karena telah
menunujukan mahakarya tuhan pencipta alam semesta, air terjun Grojogan Sewu yang sungguh dahsyat
indahnya. Sebuah tempat wisata tersembunyi yang benar-benar cantik dan megah,
bukti guratan tangan Allah Swt yang benar-benar baru pertama kali saya dan
rekan-rekan jumpai :D .
Ini
dia perkenalkan mereka teman-teman Risma dan Karang Taruna yang senantiasa
membantu disetiap kegiatan yang saya dan rekan-rekan programkan di desa Kampung
Baru Kecamatan Selupu Rejang.
Anggota Remaja
Islam Masjid (Risma) Al- Ikhlas & Karang Taruna Yudistira desa Kampung Baru
Kecamatan Selupu Rejang
No.
|
Nama
|
Organisasi
|
1.
|
Andi
Rahman
|
Risma/Karang
Taruna
|
2.
|
Ryan
Bagus P
|
Risma/Karang
Taruna
|
3.
|
Erwin
Ard
|
Risma/Karang
Taruna
|
4.
|
Jerry
A
|
Risma/Karang
Taruna
|
5.
|
Arif
Swandy
|
Risma/Karang
Taruna
|
6.
|
Mardiansyah
|
Risma/Karang
Taruna
|
7.
|
Suhendar
|
Risma/Karang
Taruna
|
8.
|
Wage
A.S
|
Risma/Karang
Taruna
|
9.
|
Ferdy
Syahputra
|
Risma/Karang
Taruna
|
10.
|
Edo
Pangestu
|
Risma/Karang
Taruna
|
11.
|
Reby
|
Risma/Karang
Taruna
|
12.
|
Rio
|
Risma/Karang
Taruna
|
13.
|
Yudistira
Fernando
|
Risma/Karang
Taruna
|
14.
|
Fajar
Ramadani
|
Risma/Karang
Taruna
|
15.
|
Risky
Nanda
|
Risma/Karang
Taruna
|
16.
|
M
Dasirun
|
Risma/Karang
Taruna
|
17.
|
Rahmad
|
Risma/Karang
Taruna
|
18.
|
Yoga
Nugroho
|
Risma/Karang
Taruna
|
19.
|
Yopan
|
Risma/Karang
Taruna
|
20.
|
Andri
Juliansyah
|
Risma/Karang
Taruna
|
21.
|
Oky
Septian
|
Risma/Karang
Taruna
|
22.
|
Aan
|
Risma/Karang
Taruna
|
23.
|
Herry
Idwan
|
Risma/Karang
Taruna
|
24.
|
Puput
|
Risma/Karang
Taruna
|
25.
|
Lita
|
Risma/Karang
Taruna
|
26.
|
Hasna
Abidiyah
|
Risma/Karang
Taruna
|
27.
|
Rusi
Widayanti
|
Risma/Karang
Taruna
|
28.
|
Rahayu
|
Risma/Karang
Taruna
|
29.
|
Riski
|
Risma/Karang
Taruna
|
30.
|
Tri
Damayanti
|
Risma/Karang
Taruna
|
31.
|
Dita
|
Risma/Karang
Taruna
|
32.
|
Windi
|
Risma/Karang
Taruna
|
33.
|
Wida
|
Risma/Karang
Taruna
|
34.
|
Olan
|
Risma/Karang
Taruna
|
35.
|
Fathul
|
Risma/Karang
Taruna
|
36.
|
Anik
|
Risma/Karang
Taruna
|
Tabel
a.2 anggota Risma/Karang Taruna desa Kampung Baru Kecamatan Selupu Rejang
Tanpa partisipasi dan rasa cinta yang
teman-teman curahkan kepada saya dan rekan-rekan mungkin setiap kegiatan yang kami programkan tak
akan bisa berjalan dengan baik dan berkesan. Apapun yang terjadi dimasa depan
kelak saya dan rekan-rekan berharap tali silaturahmi antara anggota KPM
kelompok 52 STAIN Curup tahun 2015 dengan warga desa dan teman-teman Risma
Al-Ikhlas serta Karang Taruna Yudistira tak akan pernah terputus. Saya dan
rekan-rekan merasa bahagia karena telah banyak sekali mendapat pelajaran,
nasihat, dan tentunya keluarga baru. Semoga semua rasa tanggung jawab dan
tenggang rasa yang saya dan rekan-rekan pelajari di tengah masyarakat dapat
selalu teraplikaskan dimanapun saya dan rekan-rekan berada. Kegiatan KPM ini merupakan
sebuah kenangan manis dalam perjalanan menginjak kedewasaan ketika saya dan
rekan-rekan berusaha membuka pintu masa depan, Semoga suatu saat nanti saya dan
rekan-rekan selalu bisa berkumpul kembali layaknya keluarga yang benar-benar
menyatu tanpa ada rasa benci dan kekecewaan diantara kami. Amin ya rabbal
‘alamin.